Be Strong  

Posted by Noor Hadi Widyana

Kebijakan BI untuk menaikan BI Rate bulan ini betul-betul membuat saya didamprat (bercanda) beberapa orang nasabah, terutama mereka yang usahanya mengandalkan perputaran dengan untung yang tipis.
Kebijakan tersebut bertujuan untuk menurunkan jumlah uang yang beredar bebas di masyarakat, sehingga dengan diiming-imingi bunga yang tinggi, mereka diharapkan untuk menyimpan uangnya di Bank, dlam bentuk tabungan, giro ataupun deposito.
Di sisi lain, hal tersebut menjadikan Bank mengalami kenaikan biaya. Dalam operasional Bank, margin keuntungan adalah bunga pinjaman - biaya bunga + resiko + overhead cost. Maka untuk mempertahankan margin keuntungan (dan tentunya dari situlah gaji saya berasal) maka Bank akan menaikkan suku bunga pinjaman (btw, di tempat saya bekerja kenaikan itu terjadi 3 kali dalam 1 bulan!).
Kebijakan kenaikan BI Rate sesungguhnya bertujuan untuk menahan inflasi (turunnya nilai mata uang). Dalam hal ini berkaitan dengan teori dasar ekonomi yaitu tentang supply and demand. Dimana supply berlebih, maka demand akan turun dan begitu sebaliknya, sehingga dimana jumlah uang yang beredar di masyarakat berlebih maka dengan sendirinya harga-harga akan naik (mengakulah, bila kalian memiliki uang berlebih, maka jika anda menginginkan sesuatu maka anda akan bersedia membayar lebih dari yang seharusnya) dan itu menjadikan nilai uang menurun.
Akan tetapi, dengan kenaikan bunga pinjaman, maka akhirnya para pengusaha dengan sendirinya akan menaikkan harga dan BAM!, inflasi akan tetap terjadi. Hanya mungkin bedanya, there's something official's has done.
Menurut pendapat pribadi saya, kebijakan BI untuk menaikan BI Rate, sudah cukup tepat, hanya saja tidak dibarengi kebijakan lainnya, yaitu penurunan resiko yang harus ditanggung pihak Perbankan. Penurunan resiko tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan coverage asuransi, cross business linkage, atau dengan sistem reksadana, misalnya. Toh BI pun melakukan itu lewat Indover.
Apapun itu, apalagi di tengah krisis yang tengah menghunjam, rasanya kita perlu lebih bijaksana lagi menempatkan dana kita. Baik dalam investasi maupun dalam kas keras.
May we all be strong, and come trough this crisis as a winner.
Be strong.

0 comments

Post a Comment

Current News

Loading...

Contributors

My Photo
Seorang yang disebut orang lain bankir, akan tetapi lebih senang menganggap dirinya adalah seorang pegawai sederhana, yang paling dicari ketika awal bulan dan paling dihindari pada akhir bulan.

Categories