Service vs Amanat
Posted by Noor Hadi Widyana
Belakangan ini, para nasabah saya sering mengeluh, ada perubahan yang cukup signifikan dari pelayanan saya. Hal utama yang dikeluhkan adalah saya berubah dari sosok yang mengayomi menjadi sosok galak yang menagih dan mengejar setoran.
Hal ini bukan tak saya sadari, biasanya saya menagih dengan 'penuh pengertian' dan memberi banyak kelonggaran, sekarang saya 'agak' keras, tetap memberi solusi namun dengan sedikit paksaan.
Saya akui, mungkin bagi sebagian besar nasabah saya yang umurnya jauh di atas saya, kesan yang didapat adalah menggurui, namun hal itu terpaksa saya lakukan karena mulai nampak penyimpangan-penyimpangan terutama dari penggunaan kredit. Yang tadinya untuk tambahan modal, mulai dihabiskan untuk barang-barang konsumtif.
Hal lain yang melatarbelakangi hal tersebut adalah kesadaran saya sendiri bahwa dana untuk pinjaman adalah dana simpanan yang diamanatkan kepada saya, dan saya bertanggung jawab mengembalikannya. Dan hal ini saya coba camkan kepada para nasabah.
Memang serba salah, ditambah kekurangan kemampuan saya, maka wajar mereka mengeluh, namun saya selalu memberi semangat, ayo! Kita maju bersama, saya percaya dan dukung anda 100%, namun sebaliknya juga tolong dukung saya.
