Hopes About Economic Policy This Year  

Posted by Noor Hadi Widyana

Kaki kita telah melangkah lima hari dalam tahun ini. Sebagian besar diisi dengan -tentu saja- liburan. Belum terlihat adanya kebijakan baru karena para pembuatnya masih tergagap-gagap terompet tahun baru dan pesta kembang api.
Belum lama ini Kadin, meminta agar BI Rate diturunkan menjadi 8,75%, selain itu Kadin juga meminta paket stimulus fiskal sebesar Rp. 50.000.000.000.000 agar dapat direalisir.
Dari segi pandang pemerintah penurunan BI Rate adalah buah simalakama. Jika dilakukan, pemerintah khawatir, masyarakat akan lebih memilih investasi dalam valuta asing, yang pada ujungnya akan melemahkan nilai tukar rupiah. Jika BI Rate tidak dilakukan, maka pelaku bisnis akan dibebani beban yang cukup berat yang pada ujungnya akan berdampak pada penurunan daya beli dan stagnasi pertumbuhan ekonomi.
Menurut pendapat saya pribadi, sebetulnya pemerintah dapat menempuh jalan lain daripada ngotot di kebijakan stimulus fiskal. Misalnya mengurangi impor dan kandungan impor. Mungkin ide-ide ini dapat membantu.
1. Mengurangi Impor dan melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan produk lokal terlebih dahulu, baru sisanya di impor. Selama ini pemerintah lebih suka mengimpor dengan alasan sebagai cadangan, padahal produk lokal pun masih berlimpah.
2. Menghentikan perdagangan valuta asing secara bebas. Perdagangan hanya dilakukan ke masyarakat yang hendak ke luar negeri itupun dibatasi jumlahnya. Saya kira hal ini dapat menjaga nilai tukar rupiah.
3. Melakukan semua perdagangan di Indonesia dengan Rupiah. Jika kita melihat ke negara-negara maju, mereka tidak pernah melakukan perdagangan dengan valuta asing di dalam negeri.
4. Melarang semua bentuk investasi perbankan dalam valuta asing.
Poin no 2, 3, dan 4 ketika saya utarakan ke seorang teman, mendapat banyak sekali cemoohan, bahkan makian. Rata-rata mereka berpendapat bahwa kekuatan valuta asing tersebut yang membuat negara-negara maju melakukan poin diatas, namun menurut saya, karena mereka melakukan hal itulah maka nilai tukar mata uang mereka bisa stabil.
Apapun caranya, yang terpenting adalah partisipasi kita. Stop beli valuta asing, gunakanlah produk lokal dan simpan surplus uang anda di Bank, berapapun suku bunganya.
Semoga tahun ini, kita bisa bertahan. Lebih baik lagi apabila terus maju.

1 comments

hmm...sebenernya sih dis ga begitu ngerti apa yang kaka omongin. But cuman berpikir, hey...aku punya seorang kaka laki-laki yang cerdas hehe.

Yah mungkin ide-idenya aada yang bisa dipakai yah untuk perubahan yang terjadi di Indonesia amiien...

Post a Comment

Current News

Loading...

Contributors

My Photo
Seorang yang disebut orang lain bankir, akan tetapi lebih senang menganggap dirinya adalah seorang pegawai sederhana, yang paling dicari ketika awal bulan dan paling dihindari pada akhir bulan.

Categories