<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854</id><updated>2011-11-13T06:44:01.674+07:00</updated><category term='Personal'/><category term='Quote'/><category term='Kredit'/><title type='text'>Kredit Bank dan Orang-orang di Belakangnya</title><subtitle type='html'>Mengetengahkan tentang sebuah produk perbankan yaitu kredit bank. Kebanyakan berhubungan dengan kredit untuk pembiayaan usaha, namun tidak mengecualikan kredit konsumtif. Blog ini juga mengetengahkan tentang orang-orang di balik kredit perbankan, suka duka mereka, juga pengalaman dalam proses kredit perbankan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-8168319929305107251</id><published>2009-01-16T19:56:00.001+07:00</published><updated>2009-01-16T19:56:06.819+07:00</updated><title type='text'>Prestasi Palsu</title><content type='html'>Baru saja melihat iklan politik Partai Demokrat. Lucunya, melihat iklan tersebut, saya langsung muntah-muntah saking gondoknya. Menurunkan harga BBM itu bukan prestasi! Itu kewajiban, karena secara baik secara ekonomi maupun situasi pasar, harga BBM memang turun. Membuat rakyat mampu membeli BBM berapapun harganya itu baru prestasi! &lt;br&gt;That&amp;#39;s why I Hate Politic&amp;#39;s!!&lt;p&gt;--- Sent with System SEVEN - the new generation of mobile messaging&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-8168319929305107251?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/8168319929305107251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=8168319929305107251' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8168319929305107251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8168319929305107251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2009/01/prestasi-palsu.html' title='Prestasi Palsu'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-4307381902535146973</id><published>2009-01-04T11:38:00.000+07:00</published><updated>2009-01-04T11:36:57.349+07:00</updated><title type='text'>Hopes About Economic Policy This Year</title><content type='html'>Kaki kita telah melangkah lima hari dalam tahun ini. Sebagian besar diisi dengan -tentu saja- liburan. Belum terlihat adanya kebijakan baru karena para pembuatnya masih tergagap-gagap terompet tahun baru dan pesta kembang api.&lt;br&gt;Belum lama ini Kadin, meminta agar BI Rate diturunkan menjadi 8,75%, selain itu Kadin juga meminta paket stimulus fiskal sebesar Rp. 50.000.000.000.000 agar dapat direalisir.&lt;br&gt;Dari segi pandang pemerintah penurunan BI Rate adalah buah simalakama. Jika dilakukan, pemerintah khawatir, masyarakat akan lebih memilih investasi dalam valuta asing, yang pada ujungnya akan melemahkan nilai tukar rupiah. Jika BI Rate tidak dilakukan, maka pelaku bisnis akan dibebani beban yang cukup berat yang pada ujungnya akan berdampak pada penurunan daya beli dan stagnasi pertumbuhan ekonomi.&lt;br&gt;Menurut pendapat saya pribadi, sebetulnya pemerintah dapat menempuh jalan lain daripada ngotot di kebijakan stimulus fiskal. Misalnya mengurangi impor dan kandungan impor. Mungkin ide-ide ini dapat membantu.&lt;br&gt;1. Mengurangi Impor dan melakukan pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan produk lokal terlebih dahulu, baru sisanya di impor. Selama ini pemerintah lebih suka mengimpor dengan alasan sebagai cadangan, padahal produk lokal pun masih berlimpah.&lt;br&gt;2. Menghentikan perdagangan valuta asing secara bebas. Perdagangan hanya dilakukan ke masyarakat yang hendak ke luar negeri itupun dibatasi jumlahnya. Saya kira hal ini dapat menjaga nilai tukar rupiah. &lt;br&gt;3. Melakukan semua perdagangan di Indonesia dengan Rupiah. Jika kita melihat ke negara-negara maju, mereka tidak pernah melakukan perdagangan dengan valuta asing di dalam negeri.&lt;br&gt;4. Melarang semua bentuk investasi perbankan dalam valuta asing.&lt;br&gt;Poin no 2, 3, dan 4 ketika saya utarakan ke seorang teman, mendapat banyak sekali cemoohan, bahkan makian. Rata-rata mereka berpendapat bahwa kekuatan valuta asing tersebut yang membuat negara-negara maju melakukan poin diatas, namun menurut saya, karena mereka melakukan hal itulah maka nilai tukar mata uang mereka bisa stabil.&lt;br&gt;Apapun caranya, yang terpenting adalah partisipasi kita. Stop beli valuta asing, gunakanlah produk lokal dan simpan surplus uang anda di Bank, berapapun suku bunganya.&lt;br&gt;Semoga tahun ini, kita bisa bertahan. Lebih baik lagi apabila terus maju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-4307381902535146973?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/4307381902535146973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=4307381902535146973' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/4307381902535146973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/4307381902535146973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2009/01/hopes-about-economic-policy-this-year.html' title='Hopes About Economic Policy This Year'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-5736856545255124341</id><published>2009-01-01T13:30:00.000+07:00</published><updated>2009-01-01T13:29:07.840+07:00</updated><title type='text'>Politicians ? Majority SUCKS!</title><content type='html'>Mencermati kericuhan menjelang Pemilu 2009, baik Pemilihan Legislatif maupun Eksekutif, kadang membuat saya terkikik geli, tapi seringnya sih tersedak mual dan gondok setengah mati.&lt;br&gt;Betapa tidak, pemborosan waktu, tenaga, dan terutama biaya begitu terlihat. Dari kumpul-kumpul demi membuat jaringan, pembuatan perlengkapan kampanye yang ngujubile sampai money politics dan kebohongan publik demi memoles citra.&lt;br&gt;Sebetulnya sih, tidak begitu merugikan, toh kegiatan sosial yang dilakukan untuk kepentingan penarikan suara itu juga dinikmati rakyat, terutama masyarakat kecil, kilah seorang caleg, ketika saya tanya tentang kerugian kampanye.&lt;br&gt;Namun dari dulu, ada beberapa hal yang menarik minat saya. &lt;br&gt;Pertama, Dari mana asal dana kampanye? Dari yang saya perhatikan, peserta kampanye yang dananya &amp;#39;kuat&amp;#39; ada dua golongan. 1. Pengusaha yang terjun ke Politik dan 2. Pejabat yang ingin memperpanjang masa jabatannya. Saya tidak ingin berburuk sangka tapi secara logika bisa kita cermati bahwa rata-rata pengusaha pasti berpikir secara bisnis, mereka mengeluarkan uang untuk mendapatkan keuntungan baik materil maupun imateril dan menurut saya ini yang membuat mereka adalah politisi yang buruk karena pasti kebijakan yang mereka buat adalah kebijakan yang pertama-tama pasti menguntungkan diri sendiri, lalu rekan bisnis baru masyarakat. Golongan kedua juga sama saja, mereka justru ingin memperpanjang keuntungan yang kini sedang mereka nikmati.&lt;br&gt;Dan akhirnya, sudah dapat dipastikan bahwa jika terpilih mereka akan terlebih dahulu menutupi modal kampanye, selanjutnya, entah tapi biasanya memperkaya diri.&lt;br&gt;Yang kedua, apa motivasi mereka? Pelayanan publik? Mencari nama? Atau memperkaya diri? Jawaban terakhir itu yang sering saya dapatkan apabila berbincang dengan para calon, baik secara tersirat maupun blak-blakan.&lt;br&gt;Sering saya berpikir, kenapa sih gaji para wakil rakyat begitu besar? Ditunjang dengan fasilitas yang mewah pula. Padahal menurut saya pemerintah dapat menghemat puluhan milyar. Beri saja mereka gaji yang wajar menurut standar jabatan pegawai negeri, atau jangan digaji sekalian, toh, rumah diberi, mobil diberi, bensin dijatah, ada uang reses, listrik, telepon, internet juga gratis. Apa lagi coba? Hal ini juga bisa menjadi bahan ujian bagi keseriusan mereka menjadi wakil rakyat.&lt;br&gt;Yang ketiga, who the hell they are? Saat ini saja dari banyak poster caleg, 90%nya saya tidak kenal, setelah cari info sana-sini ternyata mereka adalah orang yang bukan lahir di daerah pemilihannya, tidak pula dibesarkan di daerah pemilihannya juga tidak pula memberikan kontribusi apapun, hanya semata-mata daerah tersebut adalah lumbung suara partai yang ditungganginya.&lt;br&gt;Itulah beberapa sebab saya benci politisi. Karena di mata saya mereka hanya lintah darat, pemberi janji palsu dan penipu. Dan oleh karena itu, saat ditanya siapa yang saya pilih nanti, saya akan jawab saya golput. Karena bukan tidak ingin berpartisipasi namun memang tidak ada yang bisa saya pilih.&lt;br&gt;Siapa yang saya akan pilih :&lt;br&gt;1. Calon yang setelah kampanye usai membersihkan SENDIRI bukan minta para Tukang Sampah, sampah-sampah sisa kampanye dan meminta maaf kepada masyarakat karena sudah bikin kotor fasilitas umum.&lt;br&gt;2. Calon yang keuangannya jelas.&lt;br&gt;3. Calon yang berani mengajukan usulan pengurangan gajinya sendiri.&lt;br&gt;4. Calon yang berpendidikan, mau kerja, mau belajar, mau diajari, mau mendengarkan.&lt;br&gt;5. Calon yang tidak minta perlakuan khusus, terutama di jalan raya.&lt;br&gt;Apa mustahil ada calon seperti ini? Apa permintaan saya terlalu tinggi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-5736856545255124341?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/5736856545255124341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=5736856545255124341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/5736856545255124341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/5736856545255124341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2009/01/politicians-majority-sucks.html' title='Politicians ? Majority SUCKS!'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-1629168390640708567</id><published>2008-12-21T10:38:00.001+07:00</published><updated>2008-12-21T10:38:47.526+07:00</updated><title type='text'>Maryamah Karpov</title><content type='html'>Masih dalam pemulihan diri dan mengais sisa keberanian untuk menapaki lagi dunia nyata, setelah baru saja membaca kalimat terakhir novel tetralogi Laskar Pelangi, Maryamah Karpov.&lt;br&gt;Setelah menghela napas panjang (dan menghabiskan segelas kopi, setengah gelas jus, 3 potong biskuit, dan dua bungkus Richeese Ahhh), ada segumpal pertanyaan dan sebersit kekecewaan, yang menemani sejuta ketakjuban setelah bertualang bersama Ikal.&lt;br&gt;Pada sambutan di bagian belakang novel pertama, Laskar Pelangi, di bagian &amp;quot;Andrea Hirata, out of the blue&amp;quot;, tertulis sedikit bocoran novel terakhir Andrea Hirata, &amp;quot;Dalam Maryamah Karpov, dengan satirenya yang khas, ironi yang menggelitik, dan intelegensia yang meluap-luap namun membumi, Andrea berkisah tentang perempuan dari satu sudut yang amat jarang diekspos penulis Indonesia dewasa ini&amp;quot;.&lt;br&gt;Dan memang, nuansa petualangan yang amat sederhana, membumi dan  tulus, sangat kuat, satire yang begitu kuat menohok diri, seakan dengan sangat memaksa menyeret diri kita ke dalam ruang bulat yang terbuat dari cermin yang didalamnya terdapat sepasukan penilai yang betul-betul objektif dan &amp;#39;brutally honest&amp;#39;.&lt;br&gt;Belum lagi, ironi yang ditampilkan, betul-betul menonjok ulu hati. Ironi yang begitu nyata dan begitu melekat dalam keseharian, sehingga tidak akan kita temukan karena telah begitu terbiasa, bagi peribahasa &amp;#39;Semut di seberang lautpun terlihat, tapi gajah di pelupuk mata tidak&amp;#39;.&lt;br&gt;Tapi, kenapa kawanku Ikal, petualanganmu kali ini sangat beraroma pesimisme dan keputusasaan? Kenapa pula Ikal, caramu memandang dunia kini telah berubah dan mimpi-mimpimu seakan hilang?&lt;br&gt;Apakah karena kejutan budaya, dari kemegahan Eropa kau langsung tercebur ke kesemrawutan Belitong, kau berubah?&lt;br&gt;Atau mungkin karena Andrea terbebani kesuksesan? Atau memang sedang mencari hal baru? Yang jelas, ada sesuatu yang berbeda dan hilang pada diri Ikal.&lt;br&gt;Dan, kenapa &amp;#39;Maryamah Karpov?&amp;#39;, satu-satunya penghubung adalah Mak Cik Maryamah yang sering mengajari orang-orang langkah Karpov. Mungkin karena itu, maka akhirnya, pada versi terbitnya, ditambahi kata-kata &amp;#39;Mimpi-mimpi Lintang&amp;#39;.&lt;br&gt;Satu lagi pertanyaan, siapa perempuan yang akan diceritakan? Dan dari sudut mana? Apakah itu, keteguhan A Ling?, ketegaran Ibu Ikal?, atau Nurmin? Atau Dayang Kaw? Rasanya terlalu sedikit yang diceritakan tentang mereka. Dan sudut pandangnya juga sama.&lt;br&gt;Dan satu yang paling membuat saya penasaran, bukankah A Kiong telah mendapt hidayah, sehingga namanya berubah menjadi Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman, dan pada akhirnya menikah dengan Sahara dan mempunyai lima anak? Kenapa lalu dia kembali ke dalam ranah perdukunan? Sesuatu yang Sahara dan Bu Muslimah sangat benci?&lt;br&gt;Tapi, petualangan Ikal kali ini memang berbeda, karena Ikal, akhirnya bertualang demi dirinya sendiri. Novel ini juga mengungkap sisi lain dari Ikal, sisi apa? Ah, lebih baik engkau simpulkan sendiri.&lt;p&gt;Ada&lt;br&gt; Tahukah dirimu, Kawan?&lt;br&gt; Dalam serpih-serpih cahaya&lt;br&gt; Dan gerak-gerik halus benda-benda.&lt;br&gt; Tersimpan rahasia&lt;br&gt; Mengapa kita ini ada&lt;br&gt;Andrea Hirata, dalam &amp;#39;Maryamah Karpov&amp;#39;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-1629168390640708567?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/1629168390640708567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=1629168390640708567' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/1629168390640708567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/1629168390640708567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/12/maryamah-karpov.html' title='Maryamah Karpov'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-2326911517345331883</id><published>2008-12-02T19:07:00.000+07:00</published><updated>2008-12-02T19:06:10.057+07:00</updated><title type='text'>Pengajuan Kredit Modal Kerja</title><content type='html'>Seringkali dalam wawancara dengan calon nasabah, saat sampai ke pertanyaan &amp;quot;Dalam rencana bisnis anda, berapa tambahan modal yang anda perlukan?&amp;quot;, calon nasabah tampak kebingungan. Sebagian ada yang menjawab &amp;quot;Terserah Bank mau ngasih berapa&amp;quot;, sebagian lagi menjawab &amp;quot;Ya.... pengennya sih sekitar segitu deh&amp;quot;, dan sebagian lagi hanya tersipu-sipu.&lt;br&gt;Hal tersebut cukup menyulitkan bagi saya, karena bila pemilik bisnis tidak mengetahui perkiraan kebutuhan modalnya, apalagi saya yang notabene adalah orang luar dalam bisnis mereka.&lt;br&gt;Maka berdasarkan hal di atas, saya coba merangkum beberapa prinsip pokok dalam pemberian kredit. Memang setiap Bank mempunyai kebijakan masing-masing namun mudah-mudahan rangkuman ini dapat membantu.&lt;p&gt;1. Ketahuilah batas kemampuan membayar anda.&lt;br&gt;Nyawa utama kredit adalah kemampuan membayar kewajiban jangka pendek. Dasar dari kemampuan tersebut adalah ukuran bisnis anda saat ini, bukan yang akan datang. Katakanlah bila saat ini ukuran bisnis anda telah menghasilkan laba bersih tiap bulan Rp. 1.5 juta, maka pasti anda akan mampu menikmati kredit sekitar Rp. 100 - 120 juta. Selain itu usaha anda pasti akan berkembang. Kenapa? Karena saat anda diberikan kredit Rp. 100 juta, kredit itu akan tertanam seluruhnya secara optimal dalam bisnis anda.&lt;br&gt;Sebaliknya bila anda mendasarkan kebutuhan kredit pada ukuran bisnis yang akan datang maka siap-siaplah menjadi jongos bagi Bank. Contohnya begini:&lt;br&gt;Bapak Badu, memiliki usaha warung sembako. Keuntungan bersih perbulan sekitar Rp. 2 juta. Karena ingin berkembang, maka Bapak Badu mengambil kredit modal kerja sebanyak 150 juta dengan cicilan perbulan Rp. 1,8 juta.&lt;br&gt;Karena mendapat tambahan modal Rp. 150 Juta, penghasilan Bapak Badu bertambah menjadi Rp. 4 juta per bulan. Sehingga selain bisa mencicil pinjaman tiap bulan, Bapak Badu juga bisa mengembalikan keuntungannya dalam usaha sehingga usahanya terus berkembang. &lt;br&gt;Tetangga Bapak Badu, yaitu Bapak Amir, terkesan oleh kesuksesan Bapak Badu. Ia mempunyai toko bahan bangunan. Penghasilan bersihnya Rp. 1 Juta per bulan. Ia kemudian mengajukan pinjaman Rp. 200 juta dengan cicilan Rp. 2,3 Juta per bulan. Usahanya berkembang, sehingga pendapatan bersihnya menjadi Rp. 2,5 juta per bulan. Namun karena keuntungannya habis untuk membayar pinjaman maka usahanya menjadi stagnan, diam di tempat. Perkembangan usahanya terhenti karena Ia tidak dapat menanamkan keuntungan ke usahanya. Keuntungannya habis untuk Bank.&lt;br&gt;Mudah-mudahan ilustrasi di atas bisa menjabarkan maksud saya. Kembali ke masalah kemampuan membayar, bagaimana cara yang efektif, untuk mengetahuinya?&lt;br&gt;Secara sederhana, anda bisa menghitungnya dengan cara :&lt;br&gt;Omzet penjualan	dikurangi&lt;br&gt;Modal dasar		dikurangi&lt;br&gt;Biaya-biaya (gaji, transport, listrik, air, sewa, dsb)		dikurangi&lt;br&gt;Kebutuhan hidup (anda juga perlu makan toh?)&lt;p&gt;Hasil akhir dari perhitungan di atas itulah, sejatinya menggambarkan kemampuan membayar anda. (tentu saja, kejujuran anda amat berperan dalam menghitung hal tersebut)&lt;br&gt;Bila angka tersebut telah anda dapatkan, silakan hubungi pihak perbankan untuk mengetahui berapa pinjaman yang bisa anda tanggung.&lt;p&gt;2. Ketahui rencana anda. &lt;br&gt;Pada dasarnya, nilai pinjaman itu tidak akan berubah, hanya wujudnya yang berubah, dari gepokan kertas menjadi barang, bangunan, piutang dsb. Pebisnis yang handal akan selalu tahu perubahan wujud tersebut. Sebaliknya pebisnis karbitan tidak tahu, atau tidak mau tahu atau lebih parah lagi pura-pura tidak tahu, perubahan wujud dari modalnya tersebut.&lt;br&gt;Maka, demi kelancaran pinjaman anda, rencanakanlah dengan baik penggunaan kredit. Bila akan digunakan untuk menambah stok barang, tambahalah hanya barang yang laku. Bila akan digunakan untuk menambah piutang, tanamkanlah pada piutang yang produktif. Jangan sampai anda menjebloskan diri sendiri ke dalam masalah.&lt;br&gt;Contoh sederhana dari rencana penggunaan kredit misalnya:&lt;br&gt;A. Pembelian barang x	Rp. n&lt;br&gt;B. Pembelian barang y 	Rp. n&lt;br&gt;C. Cadangan tunai		Rp. n&lt;br&gt;	Total				Rp. n.&lt;br&gt;Sehingga selain modal anda terkontrol, anda tidak akan mengalami tambahan beban akibat kredit yang terlalu berlebih.&lt;p&gt;Mudah-mudahan tips di atas dapat membantu anda, sehingga dalam mengajukan kredit, anda tidak kesulitan lagi.&lt;br&gt;Selain tips di atas, beberapa tips di bawah ini juga mungkin akan membantu :&lt;br&gt;1. Agunkanlah rumah anda, hal ini bukan saja menunjukkan bukti keseriusan usaha anda, namun juga akan menambah semangat anda dalam melunasi kredit.&lt;br&gt;2. Segera sertifikatkan aset-aset anda. Bukan hanya salah satu persyaratan pengajuan kredit namun juga menjaga hak kepemilikan anda atas aset tersebut.&lt;br&gt;3. Buat rencana yang matang.&lt;br&gt;4. Jangan sungkan berdiskusi dengan petugas kredit, sudah jadi tugas kami untuk membantu anda.&lt;br&gt;5. Jangan menyandarkan sepenuhnya rencana bisnis anda pada kredit.&lt;br&gt;6. Jangan menyembunyikan sesuatu, terutama pada saat wawancara. Aktiflah menjabarkan bisnis anda, hal ini merupakan faktor penambah nilai di mata petugas kredit.&lt;br&gt;7. Jagalah kelengkapan identitas baik pribadi maupun usaha, termasuk masa berlakunya.&lt;p&gt;Selamat mencoba, mudah-mudahan berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-2326911517345331883?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/2326911517345331883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=2326911517345331883' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2326911517345331883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2326911517345331883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/12/pengajuan-kredit-modal-kerja.html' title='Pengajuan Kredit Modal Kerja'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-5102277411485518717</id><published>2008-11-13T20:53:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T20:52:21.842+07:00</updated><title type='text'>Read This!</title><content type='html'>Dalam situs &lt;a href="http://overheardinnewyork.com"&gt;overheardinnewyork.com&lt;/a&gt; :&lt;p&gt;Ancient Greek civilization professor : A sexual act, in some sense, for an observer is funny.&lt;p&gt;That&amp;#39;s what I called an objective view of point. Read this you damned lawmakers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-5102277411485518717?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/5102277411485518717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=5102277411485518717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/5102277411485518717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/5102277411485518717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/11/read-this.html' title='Read This!'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-2959301129003585882</id><published>2008-11-11T20:24:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T20:23:15.945+07:00</updated><title type='text'>Service vs Amanat</title><content type='html'>Belakangan ini, para nasabah saya sering mengeluh, ada perubahan yang cukup signifikan dari pelayanan saya. Hal utama yang dikeluhkan adalah saya berubah dari sosok yang mengayomi menjadi sosok galak yang menagih dan mengejar setoran. &lt;br&gt;Hal ini bukan tak saya sadari, biasanya saya menagih dengan &amp;#39;penuh pengertian&amp;#39; dan memberi banyak kelonggaran, sekarang saya &amp;#39;agak&amp;#39; keras, tetap memberi solusi namun dengan sedikit paksaan.&lt;br&gt;Saya akui, mungkin bagi sebagian besar nasabah saya yang umurnya jauh di atas saya, kesan yang didapat adalah menggurui, namun hal itu terpaksa saya lakukan karena mulai nampak penyimpangan-penyimpangan terutama dari penggunaan kredit. Yang tadinya untuk tambahan modal, mulai dihabiskan untuk barang-barang konsumtif.&lt;br&gt;Hal lain yang melatarbelakangi hal tersebut adalah kesadaran saya sendiri bahwa dana untuk pinjaman adalah dana simpanan yang diamanatkan kepada saya, dan saya bertanggung jawab mengembalikannya. Dan hal ini saya coba camkan kepada para nasabah. &lt;br&gt;Memang serba salah, ditambah kekurangan kemampuan saya, maka wajar mereka mengeluh, namun saya selalu memberi semangat, ayo! Kita maju bersama, saya percaya dan dukung anda 100%, namun sebaliknya juga tolong dukung saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-2959301129003585882?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/2959301129003585882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=2959301129003585882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2959301129003585882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2959301129003585882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/11/service-vs-amanat.html' title='Service vs Amanat'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-8840553091144742697</id><published>2008-11-04T20:41:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T20:39:53.065+07:00</updated><title type='text'>Memori Kala Hujan</title><content type='html'>Hari ini, saat jam menunjukkan jam lembur dan peghuni kantor hanyalah Satpam, orang-orang sibuk, dan orang-orang sok sibuk seperti saya, cuaca tengah hujan.&lt;br&gt;Hujannya memang tidak deras-deras amat, namun datangnya ditemani pasukan yang amit-amit banyaknya. Hal ini, ditambah laporan yang belum selesai dan kendaraan saya untuk pulang berupa sepeda motor, cukuplah kiranya membuat saya memutuskan untuk lembur.&lt;br&gt;Ditemani oleh secangkir kopi hangat dan alunan musik dari Winamp yang sengaja saya setel random, mengalirlah segala kata-kata dan angka-angka dari benak ke dalam file. &lt;br&gt;Dalam hati saya membatin, kok saya jadi sentimentil ya? Belum selesai mbatinan saya, mengalunlah lagu &amp;quot;Kidung Tengah Malam&amp;quot; dari grup PHB. Maka terbahaklah saya, teringat bahwa lagu ini pernah membuat saya gondok setengah mati saat kuliah dulu. Secara otomatis, ingatan saya pun terbang ke tahun-tahun yang sebetulnya belum saya tinggalkan terlalu lama. Teringat pulalah saya pada kawan-kawan seperjuangan, yang saat ini entah dimana dan sedang apa.&lt;br&gt;Ketika sedang melamun, tiba-tiba lagu berganti, kali ini lagu &amp;quot;Ada Yang Hilang&amp;quot; milik Ipang dan Didit yang menjadi soundtrack film &amp;quot;Realita, Cinta, Dan Rock n Roll&amp;quot;. Lagu yang iramanya pelan namun tajam menyayat ditambah lirik yang amat menyedihkan, membuat saya merasa amat sangat rindu akan kawan-kawan. Belum hilang rasa rindu tersebut, sekarang giliran Sheila On Seven, menyanyikan lagu &amp;quot;Kisah Klasik Untuk Masa Depan&amp;quot;.&lt;br&gt;Maka terisaklah saya.&lt;br&gt;Saya tak tahu, mungkin semesta sedang tersenyum bijak dan menyentil memori saya, karena dia tahu, betapa saya melupakan kawan-kawan. Atau seorang di sana, juga merasa rindu, sehingga kerinduannya itu menyenggol semesta untuk disampaikan ke saya. Yang jelas, tiga lagu yang mengisi hari-hari saya dahulu, dan membuat kenangan yang takan terlupa, begitu saja mengalun tanpa campur tangan siapapun. &lt;br&gt;Dan tahukah kawan? Lagu selanjutnya adalah lagu yang menemani kita saat pontang-panting setengah mati menyiapkan materi bimbingan, lagu yang tak pernah kita sepakati untuk kita sukai, namun kita semua suka. Lagu berjudul &amp;quot;Here With Me&amp;quot; dari Dido&lt;br&gt;Damn, I really miss you guys.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-8840553091144742697?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/8840553091144742697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=8840553091144742697' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8840553091144742697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8840553091144742697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/11/memori-kala-hujan.html' title='Memori Kala Hujan'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-7236010775451977160</id><published>2008-11-02T16:29:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T16:28:10.786+07:00</updated><title type='text'>Quote</title><content type='html'>&amp;quot;I never see so much lions lead by a lambs&amp;quot;&lt;br&gt;-anonymous German General when he sees England soldier was lead by a incompetent Generals&lt;p&gt;Rasanya ini sangat tepat untuk menggambarkan negara kita saat ini, dimana garuda-garuda diasuh oleh ayam sehingga tidak dapat mengepakkan sayap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-7236010775451977160?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/7236010775451977160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=7236010775451977160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/7236010775451977160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/7236010775451977160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/11/quote.html' title='Quote'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-8059576006641380849</id><published>2008-11-02T11:30:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T11:28:52.314+07:00</updated><title type='text'>Be Strong</title><content type='html'>Kebijakan BI untuk menaikan BI Rate bulan ini betul-betul membuat saya didamprat (bercanda) beberapa orang nasabah, terutama mereka yang usahanya mengandalkan perputaran dengan untung yang tipis. &lt;br&gt;Kebijakan tersebut bertujuan untuk menurunkan jumlah uang yang beredar bebas di masyarakat, sehingga dengan diiming-imingi bunga yang tinggi, mereka diharapkan untuk menyimpan uangnya di Bank, dlam bentuk tabungan, giro ataupun deposito.&lt;br&gt;Di sisi lain, hal tersebut menjadikan Bank mengalami kenaikan biaya. Dalam operasional Bank, margin keuntungan adalah bunga pinjaman - biaya bunga + resiko + overhead cost. Maka untuk mempertahankan margin keuntungan (dan tentunya dari situlah gaji saya berasal) maka Bank akan menaikkan suku bunga pinjaman (btw, di tempat saya bekerja kenaikan itu terjadi 3 kali dalam 1 bulan!).&lt;br&gt;Kebijakan kenaikan BI Rate sesungguhnya bertujuan untuk menahan inflasi (turunnya nilai mata uang). Dalam hal ini berkaitan dengan teori dasar ekonomi yaitu tentang supply and demand. Dimana supply berlebih, maka demand akan turun dan begitu sebaliknya, sehingga dimana jumlah uang yang beredar di masyarakat berlebih maka dengan sendirinya harga-harga akan naik (mengakulah, bila kalian memiliki uang berlebih, maka jika anda menginginkan sesuatu maka anda akan bersedia membayar lebih dari yang seharusnya) dan itu menjadikan nilai uang menurun.&lt;br&gt;Akan tetapi, dengan kenaikan bunga pinjaman, maka akhirnya para pengusaha dengan sendirinya akan menaikkan harga dan BAM!, inflasi akan tetap terjadi. Hanya mungkin bedanya, there&amp;#39;s something official&amp;#39;s has done.&lt;br&gt;Menurut pendapat pribadi saya, kebijakan BI untuk menaikan BI Rate, sudah cukup tepat, hanya saja tidak dibarengi kebijakan lainnya, yaitu penurunan resiko yang harus ditanggung pihak Perbankan. Penurunan resiko tersebut seharusnya dapat dilakukan dengan coverage asuransi, cross business linkage, atau dengan sistem reksadana, misalnya. Toh BI pun melakukan itu lewat Indover. &lt;br&gt;Apapun itu, apalagi di tengah krisis yang tengah menghunjam, rasanya kita perlu lebih bijaksana lagi menempatkan dana kita. Baik dalam investasi maupun dalam kas keras.&lt;br&gt;May we all be strong, and come trough this crisis as a winner.&lt;br&gt;Be strong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-8059576006641380849?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/8059576006641380849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=8059576006641380849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8059576006641380849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8059576006641380849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/11/be-strong.html' title='Be Strong'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-950339743505986176</id><published>2008-10-28T22:32:00.000+07:00</published><updated>2008-10-28T22:30:52.017+07:00</updated><title type='text'>Wajah Suram Pendidikan</title><content type='html'>Betapa mirisnya hati saya ketika hari ini seorang nasabah (saya kira tak usahlah disebutkan namanya, takut tersinggung nanti dia) datang menemui saya dan mengadu. &amp;quot;Pak mohon maaf, saya bulan ini tidak bisa setor, soalnya keuntungan usaha saya menurun. Modal saya habis Pak&amp;quot;, dengan wjah sendu dia bercerita. Saya kaget. &amp;quot;Lho, kenapa Bu?&amp;quot;. Kemudian dia cerita, bahwa modalnya habis untuk biayai anaknya masuk sekolah. &amp;quot;Habis untuk baju, buku, sepatu, uang sekolah, uang pendaftaran, uang praktek, uang bangunan, Pak, totalnya habis 7.5 juta untuk biayai dua anak saya, satu SMA, satu lagi SMP&amp;quot; saya tanya lagi, apa tidak ad keringanan, atau setidaknya bisa dicicil? Pinjaman aja bayarnya dicicil. Dia bilang lagi, sambil mukanya menegang menahan geram dan marah, &amp;quot;Itulah Pak, saya juga ga ngerti, saya sendiri guru, saya ga pernah berbuat kaya gitu, coba Bapak pikir, anak saya, karena ga beli baju di sekolah sebelum masuk kelas, dipanggil oleh BP3, dimarahin, dibilang tidak punya ras menghargai sekolah. Begitu masuk kelas, karena tidak beli buku di gurunya, dikeluarkan, ga bleh ikut belajar, terus Pak, begitu upacara, nama-nama yang belum bayar iuran pembangunan diumumkan, disuruh maju. Sakit hati saya Pak. Makanya daripada anak saya gak mau sekolah, saya terpaksa gunkan modal usaha saya&amp;quot;&lt;br&gt;Saya betul-betul terhenyak. Kok sampai segitunya? Apa yang sekolah tersebut lakukan -dan memang benar, karena saya pastikan sendiri- adalah proses pembodohan, pemandulan kreatifitas dan penghancuran bibit-bibit penerus bangsa. Tak heran korupsi terus merajalela dan bangsa kita terus diperbudak, karena faktor pembentuk  karakter paling besar, yaitu lingkungan, telah diset sedemikian rupa, sehingga para penerus bangsa sejak awal telah diajarkan bahwa uang adalah segalanya, kekuasaan adalah mutlak dan kreatifitas adalah tabu.&lt;br&gt;Kemudian saya kembali berdiskusi, tentang program pemerintah, tentang BOS, tentang buku murah. Ternyata, di lapangan, dampak nyata dari program-program tersebut hampir tidak ada. Atau juga disengaja agar tidak berdampak.&lt;br&gt;Mengapa hal tersebut diatas terjadi? Apa para guru penghasilannya kurang? Saya rasa tidak, karena orangtua saya pun guru SD. Saya merasakan sendiri bagaimana kehidupan seorang guru dan keluarganya. Lalu karena apa?&lt;br&gt;Dari pengamatan saya, mungkin gaya hidup yang saat ini saya lihat semakin hedonislah penyebabnya. Beragam fasilitas belanja mudah, terutama lewat angsuran menjadikan mereka seakan berlomba menumpuk materi. Dan pada akhirnya menumpuk beban.&lt;br&gt;Mari kita kembali pada hati nurani kita. Kisah diatas besar kemungkinan terjadi pada banyak orang. Apa kita akan diam saja?&lt;p&gt;Ps: Saat ini, saya dan beberapa orang rekan sedang merintis pembagian buku murah. Buku-buku tersebut dapat diunduh di situs Depdikbud. Cara yang kami lakukan adalah membagikan buku-buku tersebut dalam bentuk apapun, baik soft copy maupun hard copy dengan gratis. Bagi anda mungkin uang Rp. 5000,- tidak berarti banyak. Tapi dengan itu kita bisa memberikan seratus sampai dua ratus halaman buku. Ada ide lain?Saatnya kini kita bertindak. Sudah cukup lama kita berdiam diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-950339743505986176?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/950339743505986176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=950339743505986176' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/950339743505986176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/950339743505986176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/10/wajah-suram-pendidikan.html' title='Wajah Suram Pendidikan'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-9167012111427523481</id><published>2008-10-24T23:14:00.000+07:00</published><updated>2008-10-24T23:12:42.593+07:00</updated><title type='text'>Yippe!!!</title><content type='html'>Akhirnya, setelah berjuang selama beberapa bulan kemarin -halah-, era 1000 karakter pun berakhir sudah. Yup, now i have change my handheld into something more sophisticated, more processing power, have bigger screen, qwerty keyboard, and definetily more expensive. &lt;br&gt;Bukan tanpa alasan saya mengganti sidekick setia. Alasan yang paling kuat tentu saja untuk kemudahan, terutama saat negosiasi mendadak yang tak kenal tempat. Selain itu, juga demi sedikit prestise.&lt;br&gt;Yang terpenting, semoga dengan sidekick baru ini, saya bisa lebih produktif lagi. Lebih rajin lagi, terutama untuk posting blog.&lt;br&gt;Sudah malam, selamt beristirahat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-9167012111427523481?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/9167012111427523481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=9167012111427523481' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/9167012111427523481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/9167012111427523481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/10/yippe.html' title='Yippe!!!'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-1919166537379564161</id><published>2008-09-22T03:55:00.001+07:00</published><updated>2008-09-22T03:55:33.190+07:00</updated><title type='text'>Mau dibawa kemana?</title><content type='html'>Pemilu 2 periode belakangan ini memunculkan fenomena yang cukup menarik, yaitu banting setirnya selebriti menjadi kader parpol.&lt;br&gt;Tercatat beberapa nama seperti Rano Karno, Adjie Masaid, Dede Yusuf, dan banyak lagi yang kini menapaki dunia politik.&lt;br&gt;Satu hal yang menjadi pertanyaan, mampukah mereka?  &lt;br&gt;Tanpa menisbikan apalagi melecehkan para kader tersebut, ada beberapa hal yang patut dicermati yaitu kemampuan politik, tata negara dan totalitas komitmen.&lt;br&gt;Saya mendapatkan hal menarik ketika seorang selebritis ditanya seputar keikutsertaanya dalam ranah politik dan pembicaraan merambah soal gaji, tercetus omongan &amp;quot;...gak apa-apa kalo saya ga digaji, tapi jangan sampe larang saya maen sinetron...&amp;quot; Hal ini membuat saya spontan ngedumel, &amp;quot;kalo gitu, kapan lu kerjanya?&amp;quot;&lt;br&gt;Selebritis dalam kampanye politik memang sebuah jalan pintas mendulang suara. Akan tetapi hal tersebut menurut saya malah menimbulkan jalan memutar bahkan jalan buntu bagi pembang&lt;br&gt;unan bangsa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-1919166537379564161?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/1919166537379564161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=1919166537379564161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/1919166537379564161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/1919166537379564161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/09/mau-dibawa-kemana.html' title='Mau dibawa kemana?'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-3800082746768500307</id><published>2008-09-06T00:15:00.000+07:00</published><updated>2008-09-05T17:15:16.019+07:00</updated><title type='text'>Jenis Kredit</title><content type='html'>Secara umum, kredit dapat dibagi 2. Pertama kredit pembiayaan usaha, dan kredit untuk konsumsi.&lt;br&gt;Kredit untuk konsumsi lebih lanjut dibagi kembali sesuai peruntukannya, misalnya Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kartu Kredit, Kredit Pendidikan dan banyak lagi.&lt;br&gt;Biasanya jenis kredit ini mengandalkan penghasilan tetap sebagai sumber pembayaran. Selain itu, cara bayarnya berupa anuitas. Kredit jenis ini juga mempunyai kecenderungan dimana peminjam tidak menerima uang akan tetapi berupa barang, terkecuali tentu saja Kredit untuk Golongan Berpenghasilan Tetap (atau lebih dikenal dengan kredit pegawai).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-3800082746768500307?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/3800082746768500307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=3800082746768500307' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/3800082746768500307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/3800082746768500307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/09/jenis-kredit.html' title='Jenis Kredit'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-3186228943859425182</id><published>2008-09-04T11:09:00.002+07:00</published><updated>2008-09-04T11:26:50.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kredit'/><title type='text'>Apa itu kredit?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kredit merupakan salah satu bentuk dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Debt"&gt;hutang&lt;/a&gt;. Seperti laiknya semua jenis hutang, kredit melibatkan distribusi aset dalam suatu waktu diantara peminjam dan pemberi pinjaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada awal kredit, peminjam menerima sejumlah uang dari pemberi pinjaman, yang akan dibayar kemudian, biasanya tetapi tidak selalu dalam jumlah yang teratur. Layanan ini pada umumnya memiliki biaya yang disebut kemudian dengan istilah bunga kredit. Sebuah kredit merupakan tipe &lt;a title="Annuity" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Annuity"&gt;anuitas&lt;/a&gt; bila jumlah pembayaran periodik (bunga dan pokok kredit) selama rentang masa kredit sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peminjam mungkin dibebani sejumlah persyaratan yang mengikat yang lebih dikenal sebagai persyaratan kredit selama menikmati kredit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peran sebagai pemberi pinjaman adalah salah satu tugas dasar untuk &lt;a title="Financial institution" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Financial_institution"&gt;lembaga keuangan&lt;/a&gt;. Dalam lembaga lain, pengeluaran kredit adalah salah satu sumber pemasukan. Kredit adalah salah satu cara untuk meningkatkan &lt;a title="Money supply" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Money_supply"&gt;likuiditas dana&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapat disimpulkan kredit adalah perjanjian yang mengikat, dimana peminjam berjanji mengembalikan sejumlah uang sebagai pertukaran janji pemberi pinjaman untuk memberikan sejumlah uang kepada peminjam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disadur dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Loan"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-3186228943859425182?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/3186228943859425182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=3186228943859425182' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/3186228943859425182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/3186228943859425182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/09/apa-itu-kredit.html' title='Apa itu kredit?'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-6076670212545082328</id><published>2008-09-03T02:27:00.001+07:00</published><updated>2008-09-04T11:52:06.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>Quote</title><content type='html'>Siapakah sebenarnya manusia? Kekosongan berhubungan dengan ketakterhinggaan, segala sesuatu berhubungan dengan ketiadaan, titik tengah antara ketiadaan dan segalanya.&lt;br /&gt;-Blaise Pascal, Pensees&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-6076670212545082328?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/6076670212545082328/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=6076670212545082328' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/6076670212545082328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/6076670212545082328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/09/quote.html' title='Quote'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-80407696121380366</id><published>2008-08-24T05:48:00.001+07:00</published><updated>2008-09-04T11:55:49.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>Quote</title><content type='html'>Tempos edax, home edacior!&lt;br /&gt;Victor Hugo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-80407696121380366?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/80407696121380366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=80407696121380366' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/80407696121380366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/80407696121380366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/08/quote_24.html' title='Quote'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-2154428032229100956</id><published>2008-08-09T20:30:00.001+07:00</published><updated>2008-09-04T11:56:48.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Quote'/><title type='text'>Quote</title><content type='html'>Benar, kita tidak punya takdir.&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang salah langkah dan tenggelam dalam ketidak-pedulian serta rasa takut saja yang jatuh dalam arus keruh yang disebut takdir. &lt;p&gt;Tite Kubo dalam Bleach&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-2154428032229100956?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/2154428032229100956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=2154428032229100956' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2154428032229100956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2154428032229100956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/08/quote.html' title='Quote'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-5932298356705717453</id><published>2008-08-08T07:01:00.004+07:00</published><updated>2008-09-04T11:58:28.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Primitive Thougts About Loan</title><content type='html'>Calon Debitur (cd) : "Bagian kredit?"&lt;br /&gt;Saya (s) : "Betul Pak, saya Hadi, ada yang bisa saya bantu?"&lt;br /&gt;Cd : "Saya punya sertifikat tanah 6500m2, kalo dimasukin dapet berapa?"&lt;br /&gt;S : (Dalam hati) Waks!, nurustunjung pisan. "Pak, kalo kredit, dihitung dari kebutuhan usaha, bukan dari jaminan. Usaha Bapak di bidang apa?"&lt;br /&gt;Cd : "Usaha saya banyak, tapi anda ga usah tahu, yang penting tiap bulan saya bayar. Oya, saya minta sistem RK ya? Berapa lama cair? Bisa hari ini?"&lt;br /&gt;S : "Waduh Pak, ga bisa gitu aja, emang Bapak pinjem buat apa?"&lt;br /&gt;Cd : "Anda ga perlu tahu saya pinjem buat apa, yang penting saya bayar!"&lt;br /&gt;Selanjutnya pembicaraan makin tidak jelas dan ujungnya pengajuan saya tolak, saya panggil satpam dan minta tolong supaya orang tersebut dibakar hidup-hidup (&lt;em&gt;just kidding&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;Satu hal yang mengganggu pikiran saya adalah "Kok masih ada yang berpikiran primitif kaya gitu?" Hal tersebut juga menyadarkan saya bahwa edukasi di bidang perbankan masih sangat kurang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-5932298356705717453?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/5932298356705717453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=5932298356705717453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/5932298356705717453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/5932298356705717453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/08/calon-debitur-cd-kredit-saya-s-pak-saya.html' title='Primitive Thougts About Loan'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-8474637634279276582</id><published>2008-07-31T20:41:00.002+07:00</published><updated>2008-09-04T11:09:14.468+07:00</updated><title type='text'>Tanggal 31</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr"&gt;Tanggal terakhir bulan Agustus, bagi sebagian besar pejabat kredit lini -bila tidak seluruhnya- tanggal terakhir di tiap bulan merupakan hal yang membuat dunia berputar lebih cepat. Tuntutan target, baik pengeluaran kredit, maupun pemasukan tagihan bunga dan pokok, sementara waktu menipis cukup untuk menimbulkan suntikan adrenalin dan menambah jumlah uban.&lt;br&gt; &lt;div class="gmail_quote"&gt;&lt;div dir="ltr"&gt; Rasanya, bila memungkinkan waktu berhenti sejenak pada kisaran jam sebelas, karena jam operasional kas juga terbatas. Hal ini juga yang sering membuat pejabat kredit, terutama bagian&lt;i&gt; collecting&lt;/i&gt; didamprat bagian operasional karena menambah jam buka kas. Di sisi lain, hal ini juga mencerminkan sebuah kekompakan antar bagian dari sebuah Bank.&lt;br&gt;  Satu hal yang menarik, penagihan kewajiban debitur adalh seni. Cukup banyak yang mengeluhkan tingkah &lt;i&gt;debt collector&lt;/i&gt; akan tetapi yang jarang diketahui cukup banyak pula yang merindukan kehadirannya. Belum lagi berjuta alasan yang dikemukakan yang dilawan dengan berbagi jurus mematikan. Rasanya hal ini cukup menarik apabila dibuat sinetron.&lt;br&gt;  Besok, adalah awal baru. Tagihan baru, belum lagi pergeseran kolektibilitas yang cukup menakutkan.&lt;br&gt;Rasanya bila mungkin, hari ini jangan berakhir.&lt;br&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-8474637634279276582?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/8474637634279276582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=8474637634279276582' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8474637634279276582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/8474637634279276582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/07/tanggal-31.html' title='Tanggal 31'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3116182697564232854.post-2767358773265964370</id><published>2008-07-31T05:16:00.001+07:00</published><updated>2008-09-04T12:00:18.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>First step, or more likely, first post.</title><content type='html'>'Themes' baru, alamat baru, tema baru, gaya baru, hampir segalanya juga baru, cuma penulisnya masih yang lama. Dan juga, masih 1000 karakter.&lt;br /&gt;Kenapa saya bikin blog baru? Alasan yang paling kuat adalah saya ingin menulis secara konstan. Di blog lama, saya mencoba menuliskan apa saja yang terlintas di benak dan pikiran. Tetapi dikarenakan pikiran saya yang memang 'crowded' jadinya bingung sendiri mau tulis apa. Dan kebingungan tersebut akhirnya berujung pada kemalasan.&lt;br /&gt;Karena alasan tersebut diatas itulah, maka di blog ini, saya cuma akan menulis 3 pokok pikiran, tentang kredit perbankan, tentang suka duka orang-orang di balik kredit perbankan, dan lainnya.&lt;br /&gt;Hloh! Lainnya? Maksudnya yang tidak berkaitan secara langsung dengan dua topik diatas, tetapi masih berhubungan ataupun tidak sama sekali.&lt;br /&gt;Membingungkan ya? So, anyway. Wish me luck, and please dont ever forget to comments.&lt;br /&gt;Ciao.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3116182697564232854-2767358773265964370?l=mantrikredit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mantrikredit.blogspot.com/feeds/2767358773265964370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3116182697564232854&amp;postID=2767358773265964370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2767358773265964370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3116182697564232854/posts/default/2767358773265964370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mantrikredit.blogspot.com/2008/07/first-step-or-more-likely-first-post.html' title='First step, or more likely, first post.'/><author><name>Noor Hadi Widyana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06369696479662375063</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://i53.photobucket.com/albums/g80/hadiemon/mypic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
